beranda semangat

Kita keliru berpikir gambar terbaik adalah yang diperoleh dengan cara susah (Timothy Allen) -- Gambar terbaik memiliki kekuatan dan dampak tahunan tanpa mempedulikan berapa banyak yang sudah melihat (Anne Geddes)
beranda artikel
Kompensasi EV

beranda fotografi

Workshop Fotografi Bersama Darwis Triadi

Workshop Fotografi DarwisTokoh fotografer terkenal Darwis Triadi siapa tak kenal? Pak Darwis kemarin mengisi workshop fotografi dalam rangkaian acara Salon Foto Indonesia yang rencananya akan berakhir hari ini. Workshop mendemonstrasikan teknik memotret dengan pencahayaan di dalam dan di luar ruangan, memanfaatkan cahaya seadanya dan cahaya tambahan. Seru.

Kesempatan tidak disia-siakan, sambil mempraktekkan pengetahuan ‘kompensasi EV di kamera’ di lapangan, yang baru saja dipelajari dan dibahas kemarin. Memotret di ‘luar ruangan’ menyusuri kakilima sukar dilakukan karena saling berdesak, jadi ikut ‘dalam ruangan’ saja.
 
Pencahayaan Lampu Penerangan Ruangan

Ini pak Darwis, mengomentari hasil memotret model di jalanan. Salah satu tipsnya, tidak selalu mata model harus jadi sasaran fokus selama mata dan tubuh sejajar lensa kamera. Memfokus di bagian tubuh dada misalnya pasti membuat mata fokus juga. Tips ringan dan bagus.Memotret-Darwis-TriadiSelama berkomentar saya sigap kutak-katik kompensasi EV di kamera melihat efeknya. Ternyata mendapatkan wajah terang dalam ruangan diperlukan setting ISO tinggi! Apertur f/4.5 sudah mentok, kecepatan rana menyesuaikan, yang kritis, karena gambar blur kalau memotret tidak stabil atau subyek bergerak. Susah juga. Akhirnya diperoleh kompromi kecepatan 1/30 detik dan setting EV = -1, dengan hasil seperti gambar paling atas. (Koreksi: kecepatan 1/8 detik, EV +1.)
 
Pencahayaan Lampu Studio

Nah ini model, tidak berkomentar selain berpose dalam bahasa tubuh. Pak Darwis yang komentar, memberi tips lagi, kombinasi apertur-kecepatan-ISO adalah kunci dan harus tepat. Pakai ISO tinggi kalau perlu, tidak perlu takut dengan ‘noise’. Memotret-Model-StudioLampu sorot jelas lebih terang dibandingkan lampu penerangan ruangan. Kutak-katik lagi dengan kompensasi EV. Tiga setting EV menghasilkan efek berbeda. Saya memilih gambar berlatar belakang gelap (EV = -2). Kutak-katik lanjut menghasilkan gambar paling atas.
 
Pencahayaan Lampu Kilat

Mungkin peserta lupa atau malu bertanya ke pak Darwis (PD), soal peran lampu kilat (blitz, flash) di kamera. Kapan dipakai? (PD: sini kameranya.) Kamera pun berpindah tangan. (PD: lampu kilat dipakai memotret hal yang tidak khusus.) Klik-klik setting kamera: mode manual, ISO 800, panjang lensa 18mm (wide angle), f/4.5. (PD: mentok, kalau bisa lebih besar lagi). Lampu kilat diaktifkan, rana = 1/125 detik mensinkronkan durasi flash. Pret! Lampu kilat menyala. (PD: hasilnya gelap ‘kan.) Kecepatan terlalu tinggi untuk menangkap latar belakang, fungsi flash hanya untuk menerangi latar depan. Gambar kiri.

Model flash(PD: sekarang diterangkan, kecepatan 1/15 detik.) Pret! Jadi cahaya kilat cukup menerangi latar depan (lihat lengan), kecepatan yang rendah diperlukan untuk menangkap latar belakang. Gambar kanan.
 
Eh, model keburu ngeloyor pergi (sambil garuk-garuk kepala?). Workshop fotografi bersama pak Darwis Triadi berubah sejenak jadi tutorial personal 5 menit. Terimakasih panitia workshop, terimakasih pak Darwis. (Salaman.)

2 Responses “beranda fotografi” →
  1. hehehe^^ tangan memang di kasih Tuhan dengan sejuta manfaat ya…^^sampe dipraktekin lho…beneran dipraktekin tuh yang terakhir….emang ngefek deh kayaknya…

    Balas
  2. ooh begitu! bersyukurlah mereka yang tangan dan jarinya lengkap, untuk fotografi oke untuk tulis proposal usaha, oke! entrepreneur untuk fotografi namanya photopreneur. hayoo bikin proposal bisnisnya mbak LadyNoel! tidak mudah tapi duitnya lebih nyata dibanding Shvoong. :D (masih kelas taman-kanak-kanak)

    Balas

Ayo bagi-bagi ide

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 171 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: