Fotografi Berawal Dari Belajar Menilai Foto

Posted on 09/02/2013

3


Fotografi berawal dari menilai foto bagus…

Ada satu pemikiran, fotografi akan lebih mudah difahami kalau kita mampu menilai baik-buruknya sebuah foto. Dari kacamata awam, tentu. Langsung contoh. Foto di bawah hasil jepretan orang lain. Dipotret pada kondisi matahari terbenam memakai kamera yang sama. Bagus mana foto kiri atau foto kanan?

exposure-example

Foto kiri dihasilkan setting kamera ‘auto’. Cahaya yang masuk ke kamera diatur sendiri. Klik! Gambar jadi. Burung bangau terlihat bagus dan jelas, tanpa repot, tanpa campur tangan terlalu banyak campur tangan si pemotret.

Foto kanan dihasilkan setting kamera ‘manual’; cahaya masuk ke kamera diatur seperangkat tombol di kamera. Hasilnya berbeda, warna kemerahan cahaya matahari terbenam lebih menonjol. Burungnya ‘hitam’ (gelap).

Kalau dilihat-lihat foto kanan lebih bagus.

Kalau penilaian benar berarti saya maju selangkah. Saya berhasil meningkatkan ‘selera’ atau pandangan tentang apa ‘bagus’ itu.

Kamera dan fotografi

Pengetahuan lain yang bisa kita petik dari menilai foto bagus? Ada.

  • Kamera — Ada setting auto, ada setting manual. Tentunya pada pemotretan auto sudah diperhitungkan cermat oleh pabrik agar setiap orang yang belum bisa pun dapat membuat foto bagus tanpa gagal.
    Pada manual, pabrik menyediakan seperangkat tombol setting untuk kita atur membuat foto seperti yang diinginkan.
  • Fotografi — Obyek foto, pemandangan. Pilih obyek utama, burung bangau dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam (foto kiri) atau pemandangan matahari terbenam dengan latar depan burung bangau (foto kanan). Burung ditampilkan sebagai ‘pengisi’ agar pemandangan tidak tampak garing.

Setting auto praktis dan memudahkan tetapi punya keterbatasan. Pada kondisi tertentu setting auto bukan pilihan terbaik menciptakan foto bagus.

Cahaya dan foto bagus

Kalau pada foto kiri jumlah cahaya yang diterima kamera dianggap ‘100’, maka pada foto kanan pasti kurang dari 100! Buktinya burung bangau tampak gelap. Mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke kamera tidak bisa diatur ‘auto’, harus melalui setting manual.

Apanya disetting? Kamera digital ‘mu-mer’ (murah meriah) umumnya serba auto dan tidak menyediakan fitur manual. Jadi untuk mendapat foto efek serupa atau mendekati foto di atas, harus diakali.

Sabar, nanti. Sekarang kita tahu belajar fotografi dari menilai foto bagus tidak salah. Banyak ilmunya, faham foto bagus erat kaitannya dengan jumlah cahaya yang masuk/jatuh ke kamera.

:D  (belajar cara orang lain menilai foto bagus)