Memotret Kedua Dengan Kamera Saku Digital

Posted on 02/03/2013

0


Pengetahuan

Sekedar mengingatkan kembali,

Gelap Terang
A Apertur kecil besar
S Kecepatan rana tinggi rendah
ISO Kepekaan rendah tinggi

Dalam dunia fotografi, setting A yang selalu tetap di sesi memotret pertama dengan kamera saku digital dikenal sebagai mode ‘prioritas A’ (aperture priority). Mode memotret lain ‘prioritas S’ (shutter priority) di mana S tetap A berubah tidak populer dan jarang dipakai. Kamera saku digital umumnya tidak menyediakan fitur ini.

Melengkapi pengetahuan kita penggunaan prioritas A (aperture priority) kita coba mengubah ISO. Setting EV kita buat tetap, untuk kamera saya EV = -1/3.

Memotret

ISO settingNyalakan kamera saku digital, posisikan memotret di ‘manual’, EV = -1/3. Cari tombol setting ISO. Di layar LCD tampil pilihan ISO. Kita mulai dengan ISO = 100 lalu naik ke 200, 400, 800. Setting A (apertur) = 3.5. Tidak diubah. Kita lihat hasilnya.
ISO 100-800
Sepintas sukar dibedakan, semua sama (dan sama-sama kurang fokus). Amati lebih mendalam dan seksama ada nuansa kebiruan di ISO tertinggi.

Analisa

  1. Setting ISO berubah: naik 2x kecepatan turun separuh, naik 4 x kecepatan turun 1/4, dan seterusnya.
  2. Setting ISO tinggi: banyak bintik sehingga batas ketajaman menjadi kabur/baur tidak jelas. Tidak nyata di sini, tetapi mata ahli bisa melihat.

Mencoba mengetahui bagaimana juri foto melihat cacat foto pada ISO tinggi, foto ISO 1600 (gambar bawah kanan) dibandingkan ISO 80 (gambar kiri). Benar, ada pengurangan ketajaman (tanda panah kuning). Warna hijau pepohonan yang kurang alami, agak kekuningan, juga bisa jadi dianggap cacat foto.
ISO 80-1600 crop
Tips: biasakan memotret dengan ISO rendah, 80-100.
 
:D