Memotret Ke 6 Menangkap Obyek Bergerak

Posted on 10/03/2013

0


Pengetahuan

Kecepatan rana S (shutter) dapat diatur sebentar (di bawah 1 detik, kecepatan buka-tutup tinggi), atau lama (di atas 1 detik, kecepatan buka-tutup rendah). Katanya memotret obyek bergerak agar terlihat diam, kecepatan S harus tinggi. Istilah fotografi, obyek di’beku’kan.

Gelap Terang Cek
A Apertur kecil besar DOF
S Kecepatan rana tinggi rendah Obyek Bergerak
ISO Kepekaan rendah tinggi Untuk malam hari

Berapa kecepatannya? Bergantung obyek; aliran air, lari atlet, balapan sepeda motor atau mobil, semua berbeda. Harus mencoba.

Memotret

Posisikan kamera di ‘manual’. Setting waktu S yang dipunyai kamera hanya ‘lama’ (di atas 1 detik, long shutter, kecepatan rendah). Sudah kita coba untuk memotret malam hari di posting Memotret Keempat Kamera Saku Digital Dengan S Lama. Setting tidak kita pakai.

Cahaya perlu sebanyak-banyaknya (siang hari), posisikan ISO tinggi misalkan 800. Tekan tombol jepret setengah, lihat waktu S, …satu per sekian ratus detik. Sip! Bagus! Mencukupi memotret obyek bergerak agar tampak diam. Siap eksperimen.

Eksperimen memotret menangkap obyek bergerak, yang gampang, tetesan air keran. Wah, penerangan sedikit gelap (dalam ruangan), waktu S turun drastis hanya sekitar satu per puluhan detik. Tidak bagus, foto obyek bergerak hasilnya sudah bisa ditebak, pasti buram atau kabur.

Diakali, kondisi dibuat terang dengan menyalakan semua lampu (lampu senter ikutan) dan kamera di ‘makro’ (mendekat ke obyek bergerak). Cek: ISO = 800, A=2.8, tekan tombol setengah kecepatan sekitar 1/150 sampai 1/200 detik. Belum terlalu bagus tetapi oke, sudah tak sabar melihat hasilnya. Pret!

Begini jadinya,
Glass-waterdrop
Dari kiri ke kanan — aliran air sangat lambat, air menetes siap jatuh berhasil dibekukan. Di sebelahnya aliran air dipercepat hasilnya kabur (sedikit). Foto sisanya, tetes air di tampung di gelas.

Analisa

  1. Sumber cahaya: siang hari atau terang benderang. Kondisi penerangan dalam ruangan di atas kurang mencukupi.
  2. Kecepatan S: untuk bisa membekukan obyek bergerak, dalam hal ini tetesan air, kecepatan S harus di atas 1/200 detik. Menambah sumber cahaya dan menaikkan ISO=1600, membantu mencapai kecepatan ini. Belum coba.
  3. Kecepatan S: mempercepat aliran air keran sudah membuat obyek bergerak tampak kabur.

Kesimpulan — (1) cahaya ‘tinggi’ (terang), ISO tinggi, S tinggi, sangat menentukan keberhasilan (2) kamera saku digital murah meriah sanggup memotret obyek bergerak susah seperti ini!

Belum coba memotret obyek bergerak lainnya seperti binatang berlari, transpor di jalan, sungai, air hujan gerimis dan deras, dan lain-lain.
 
:D   (senang bisa memotret obyek bergerak)