Memperindah Foto Dengan Latar Belakang Bokeh

Posted on 25/03/2013

2


Bokeh (cahaya buram atau kabur) adalah lawan dari fokus (tajam). Bokeh dimanfaatkan sebagai unsur estetika latar belakang foto. Dengan sedikit trik, kamera saku digital bisa juga meniru membuat latar bokeh.

Bokeh WDropSifat estetika pada keburaman latar belakang disebut ‘boke’ atau ‘bokeh’ (dari bahasa Jepang, buram atau kabur). Kalau tidak estetis, tidak disebut bokeh. Latar bokeh membuat obyek tampak lebih menonjol, menarik perhatian, memberi kesan 3D. Semakin buram semakin bagus. Kita coba tiru efek bokeh menggunakan kamera saku digital.

Pengetahuan

Bokeh Trik DOFKamera saku digital didesain tajam di semua lini; artinya batas ruang tajam atau DOF (depth of field) merentang lebar dari depan kamera hingga jauh ke belakang. Lihat ‘ruang tajam awal’ gambar di samping.

Untuk bokeh, DOF perlu dipersempit; obyek utama tajam, selebihnya tidak. Lihat DOF zona merah; dalam fotografi zona merah ini disebut ruang tajam sempit, dangkal, atau tipis atau ‘shallow depth of field’. Kamera profesional mudah melakukan dengan membuka apertur A selebar-lebarnya. Karena kamera saku digital tidak memiliki setting A perlu dicarikan trik agar bokeh terjadi. Ini eksperimennya.

Memotret

Tips dan trik bokeh pada kamera saku digital:

  1. Setting: A=2.8, ISO=80, lampu kilat=padam.
  2. Jarak obyek dengan latar belakang jauh, tanpa ada obyek di antaranya. Obyek-antara mengganggu obyek utama karena masih terlihat tajam meski tidak setajam obyek utama (skala merah).
  3. Jarak obyek dengan kamera sedekat mungkin, kalau perlu tanpa latar depan (obyek jadi latar depan).

Mendekatkan obyek ke kamera berarti memakai mode bidik ‘zoom’ atau ‘makro’ saat memotret. Ini hasilnya, kiri pakai mode zoom kanan pakai makro.
Bokeh_ZMakroDay

Analisa

Latar mana lebih ‘bokeh? Mode makro.

  1. Apertur A: pada mode zoom (kiri) A berubah sendiri menjadi 4.9; kurang bokeh. Pada makro tetap 2.8. Lebih bokeh.
  2. Latar belakang: Pada makro latar pohon yang tertangkap kamera lebih jauh. Lebih jauh, lebih bokeh.
  3. Depth of Field (DOF): batas ruang tajam dangkal (zona merah) sukar dideteksi; dari latar, ‘zoom’ lebih lebar dibanding ‘makro’.
  4. Efek 3D (ruang): keduanya punya efek 3D dengan keunggulan bokeh dan DOF masing-masing.
  5. Setting memotret: memakai 2 tripod, satu untuk obyek satu untuk kamera. Seperti ini,

Bokeh SetupKamera tidak terpasang, dipakai ‘motret!

Kesimpulan — horee, kamera saku digital bisa memotret bokeh dengan memainkan mode bidik ‘makro’ dan ‘zoom’.

Kesimpulan zoom: (1) Apertur A naik. Belum tahu kenapa. (2) Pantulan sinar daun jadi bintik-bintik cahaya putih yang cukup estetis.

Memotret kreatif — Pantulan cahaya dari obyek alam mengilhami memakai kilauan pantulan sinar matahari di atas riak air sungai atau danau sebagai latar bokeh! Atau pakai lampu hias pohon natal warna-warni?
 
Eksperimen banyak memanfaatkan fitur ‘Automatic Focus Lock’ (AFL).
 
:D  (beruntung nemu boneka kayu jepang untuk model)