Mendekatkan Subyek Dengan Mode Zoom Optik

Posted on 29/03/2013

0


Zoom dipakai mendekatkan subyek besar, yang terlihat kecil, karena jauh. Ada zoom optik dan zoom digital; zoom optik mendekatkan subyek melalui setting lensa memakai tombol putar atau tombol pilihan ‘T’ (tele). Setting zoom digital dilakukan melalui menu ikon ‘bunga’ berhuruf ‘D’ (di kamera saya, namanya ‘makro digital’).

Foto terlihat jauh lebih menarik apabila subyek mengisi (hampir) seluruh ruang foto. Itulah kegunaan makro dan zoom, mendekatkan subyek memenuhi ruang foto. Kalau makro untuk mendekatkan subyek kecil, tele (zoom) untuk subyek besar. Kalau makro kamera perlu mendekat ke subyek, pada tele (zoom) tidak harus.
 

Pengetahuan

zoom settingSeperti makro ada 2 setting zoom, zoom optik dan zoom digital. Tombol setting zoom optik ada pada kamera. Lihat gambar kiri. Setting zoom digital sama seperti setting makro digital, ‘bunga’ dengan huruf ‘D’. Tidak dibahas di sini.

Zoom DiagramDengan tombol mode bidik ke arah/posisi zoom, posisi lensa bergeser. Dampaknya: sudut tangkap mengecil, subyek yang muat di ruang foto terbatas. Ada kesan subyek diperbesar padahal tidak. Lihat gambar-2. Bandingkan dengan mode ‘wide angle’ di sebelahnya (gambar-1).

Dari gambar mudah difahami jumlah cahaya yang masuk kamera pada mode zoom lebih sedikit (lebih gelap), begitu pula latar belakang lebih pendek.

Memotret

Setting kamera: manual, A=2.8, ISO=80, lampu kilat=padam, mode bidik=zoom optik (gambar gunung). Siapkan tripod. Ini hasilnya.

Zoom 1 — Mendekatkan subyek berjarak relatif jauh. Ada 2 cara, memakai zoom (kanan) atau tanpa zoom yaitu dengan ‘crop’ (kiri). Mana lebih bagus?
Zoom subyek jauh
Zoom 2 — Mendekatkan subyek dekat. Juga ada 2 cara, memakai zoom (kanan) atau tanpa zoom dengan mendekat ke subyek (kiri) hingga besar subyek kira-kira sama dengan besar subyek mode zoom.

Foto mendemonstrasikan latar belakang mode bidik tele alias zoom lebih pendek dibandingkan wide angle. Cocok dengan diagram.
Zoom subyek dekat
Zoom 3 — di bawah. Foto menunjukkan ruang ketajaman zoom lebih pendek dibandingkan bukan zoom (wide angle, sudut lebar). Pohon di latar belakang ‘blur’, begitu juga latar depan (kurang terlihat). Pada wide angle semua obyek di foto tajam dari depan sampai belakang.
Zoom DOF

Analisa

Analisa zoom:

  1. Zoom 1: keduanya sama-sama bagus dan baru kelihatan perbedaannya saat dicetak (diprint)! Kualitas hasil cetak foto zoom jauh di atas foto crop; foto crop harus dibesarkan untuk menyamai ukuran foto zoom. Dibesarkan berarti cacat.
  2. Zoom 2: apa hebatnya latar belakang lebih lebar? Tidak ada. Sebenarnya terjadi cacat perspektif pada subyek. Tidak nyata pada foto di atas. Kalau tempat duduk batu berganti wajah nona cantik, profil wajahnya jadi tidak alami. Karena itu dipakai lensa tele untuk memotret model biar terlihat cantik! (Di foto.)
  3. Zoom 3: sudah dibahas di atas, batas kedalaman ruang tajam alias DOF (depth of field) berkurang dengan panjang fokus lensa. Contoh, DOF wide angle (pada diagram, 6 mm) lebih panjang dibandingkan zoom (18 mm).

Kesimpulan — panjang fokus kecil namanya wide angle. Ruang cakup lebih lebar, ketajaman merata dari depan ke belakang. Bagus untuk memotret pemandangan. Panjang fokus besar namanya tele atau zoom. Ruang cakup lebih sempit, ketajaman terbatas. Bagus untuk memotret model.
 
:D  (ganti gambar header)