Kreatif Dengan Waktu Pencahayaan Lama

Posted on 31/03/2013

0


Pengetahuan

Setting waktu pencahayaan panjang atau lama diperlukan untuk menambah jumlah cahaya yang kurang saat memasuki kamera. Terjadi pada memotret kondisi penerangan kurang seperti malam hari atau gelap.

Memotret dalam kegelapan, mengasyikkan. Menambah cahaya bisa dilakukan dengan menambah sumber cahaya (lampu listrik, lampu kilat, lampu senter), membuka lebar apertur A, menaikkan ISO, atau menaikkan waktu pencahayaan shutter S. Misalkan 3 cara sebelumnya tidak tersedia, kreativitas apa yang dapat dikembangkan dengan S saja? Anggap S di atas 1 detik dan memotret memakai tripod.

Berikut karya hasil mencontoh yang ada.

Memotret

Long S settingSetting kamera: manual, A=2.8, ISO=80, AWB, EV=0, lampu kilat (flash) = padam (off), S=variabel. Siapkan tripod.
Setting mode bidik: normal, zoom.

Setting waktu pencahayaan S: ‘long shutter’. Pada menu LCD terpilih, tekan tombol ‘DISP’. Tampil menu ‘long shutter’ dan atur waktu S. Nama atau istilah long shutter mungkin lain dan harus melihat manual kamera saku digital masing-masing.
 


Memotret indah (gelap) — sumber cahaya berasal dari benda bergerak atau digerakkan seperti menulis atau menggambar. Pernah dilakukan sebelumnya (kiri). Pret!
Longshutter creative1Kiri: S=15 detik; kanan S=0.5 detik (tidak memakai ‘long shutter’).
 


Memotret seram! (agak gelap) — sumber cahaya berasal dari lampu senter kecil (kiri) dan sinar matahari terbenam (kanan). Pret!
Longshutter creative2Kiri: S=3 detik (A=4.9, zoom), tangan nyelonong sebentar biar turut terpotret. Seram!
Kanan: S=1 detik (tidak memakai ‘long shutter’, foto dikutak-katik untuk memberi efek ‘seram’/ngeri).
 


Memotret agung (gelap) — dongakkan kepala ke langit, tataplah bintang. Meski cuaca kurang bersahabat bintang sempat menampilkan diri sejenak. Tahu kalau mau dipotret. Pret!
Longshutter creative3Kiri: S=10 detik (ISO=800, wide angle). Foto kanan sama dengan kiri yang di’dramatisasi’ dengan program ‘Photomatrix’ menghasilkan efek ‘surealis’! Lebih mirip gambar atau lukisan.

Sayang hanya 3 dari 4 bintang pembentuk ‘salib’ di pojok kanan bawah yang tampak, 1 tertutup awan. Susunan bintang dipakai nelayan dan pelaut pedoman arah selatan bumi (tarik garis 2 bintang memanjang ke kiri bawah sampai memotong horison).

Analisa

Foto di atas masih kasar jauh dari sempurna. Kreativitas tidak terbatas. Banyak foto indah, seram, agung, lucu, aneh, misteri, … dapat diciptakan dengan waktu pencahayaan lama.

Kesimpulan — foto hasil kamera, kamera saku digital khususnya, boleh dianggap setengah atau tiga-perempat matang. Ada cacat yang tidak kasat mata bagi awam tetapi terlihat oleh pakar foto. Perlu diproses lanjut (‘post processing’) dengan program seperti Photoshop atau semacamnya.

Emosi mulai terlibat dalam foto!
 
:D  (tidak apa gambar header hilang, nyaman dengan tampilan baru blog)