Main-Main Zoom Optik Dan Zoom Digital

Posted on 02/04/2013

1


Pada kamera saku digital ada 2 fitur zoom, zoom optik dan zoom digital. Pada Canon pembesaran zoom optik 3X, sedangkan zoom digital 4X. Total 12X. Kita coba main-main dengan kedua zoom ini dan mengamati hasilnya.

zoom wide-anglePada tombol rana di Canon ada tuas yang dapat diputar dari posisi tengah (normal), ke kiri untuk memotret pemandangan (wide angle, ‘W’, sudut lebar), atau ke kanan untuk memotret obyek jauh (zoom, ‘T’, sudut sempit). Kita akan bereksperimen memutar tuas ini ke kanan.

Pengetahuan

Apa yang diperoleh kalau saat memotret tuas zoom digerakkan ke zoom? Subyek membesar. Tetapi karena lensa bergerak pembesaran subyek tidak terekam utuh. Hasilnya, tarikan garis.

Apa yang diperoleh kalau saat memotret tuas zoom digital dipakai? Subyek jadi jauh lebih besar. Setelah zoom optik ‘mentok’ 3X, pembesaran selanjutnya dilakukan melalui perhitungan oleh program di kamera, maksimum 4X. Hasil tentu tidak sebagus dan sesempurna pembesaran optik.

Memotret

Setting kamera: manual, A=2.8, ISO=80, lampu kilat=padam, 2 mode bidik dipakai eksperimen, (1) memindah tuas dari normal ke zoom optik (3X), dan (2) melanjutkan menekan tuas zoom untuk memfungsikan zoom digital (4X).

Zoom optik 1 — Bidik subyek hingga fokus, putar tuas ke posisi zoom optik sampai penuh (3X). Wah, gagal. Ternyata kamera saku digital tidak bisa melakukannnya. Pakai cara alternatif, bidik subyek sampai fokus lalu kamera bergerak mundur cepat-cepat. Pret!
zoom burst ganesaKiri: patung ganesa sebagai subyek. Kanan: Jepret sambil kamera ditarik ke belakang menghasilkan efek ‘zoom burst’.

Zoom optik 2 — Efek ‘zoom burst’ kamera ditiru program editor foto seperti Photoshop atau lainnya. Klik!
zoom burst trafficKiri: subyek orang di sepeda motor. Kanan: hasil ‘zoom burst’ program Phixr, sebuah program editor foto online. Gratis.

Zoom digital — Efek zoom digital berfungsi setelah zoom optik selesai (3X). Tekan terus tuas hingga zoom lanjutan (digital) terjadi. Lihat faktor pembesarannya di LCD. Pret!
zoom digitalKiri atas posisi normal, tengah pembesaran 3X hasil zoom optik; sisanya zoom digital.

Analisa

Analisa zoom:

  1. Zoom optik 1: hasil maksimum yang bisa dicapai kamera saku digital. Tidak ada pilihan kecuali memundurkan kamera dengan cepat. Zoom diterapkan juga pada model ‘Foto Minggu Ini’. Kurang berhasil! Perlu jalur/rel untuk melorot kamera atau ganti kamera(!).
  2. Zoom optik 2: Latar ‘blur’ (kabur, buram) mungkin penyebab tarikan garis ‘zoom burst’ tidak selurus dan setajam tarikan garis foto gajah. Kalau kondisi di sekitar subyek tajam hasilnya diperkirakan bisa mendekati bahkan sama dengan di atas.
  3. Zoom digital: Sudah dibahas di atas. Bagi awam semua bagus, tetapi akhli foto tahu pembesaran digital mengandung cacat.

Kesimpulan — Berbagai fitur kamera seperti ‘zoom burst’ dan lainnya tersedia di program editor foto. Program editor foto meniru perilaku memotret dengan rumus matematika rumit. Pasti ada perbedaan.

Zoom digital sama, karena itu pemakaiannya tidak dianjurkan. Untuk ‘fun’ boleh dan bisa diterima, tetapi tidak untuk foto ‘serius’ meskipun dalam kondisi tertentu pemakaian zoom digital tidak bisa dihindari dan terpaksa dipakai.
 
:D  (asyiknya zoom)