Mencoba AWB Automatic White Balance

Posted on 06/04/2013

1


Kekuatan atau intensitas cahaya dan jenis sumber cahaya, mempengaruhi nuansa warna foto. Dari intensitas sinar putih yang diterima kamera, AWB menguraikan menjadi 3 buah warna primer (dasar) dengan intensitas tertentu sehingga warna menjadi sama seperti yang kita lihat.

Pengetahuan

Setting suhu cahayaSinar putih dari berbagai sumber cahaya ternyata tidak sama. Sumber cahaya buatan manusia seperti lampu pijar menghasilkan foto nuansa kemerahan, dan kebiruan pada lampu TL. Sumber cahaya alam matahari pun berlainan antara pagi, siang, dan sore hari.

AWB faham dan melakukan koreksi mengembalikan warna kembali netral; AWB cukup untuk menghasilkan foto yang baik memenuhi berbagai keperluan dalam segala kondisi cahaya. Tetapi tidak selamanya AWB berhasil. Karena itu disediakan sarana setting khusus sumber cahaya seperti matahari, mendung/bayangan, lampu pijar, dan lampu TL, yang dipilih untuk memperoleh intensitas warna yang lebih akurat. Kita akan coba memotret dengan setting AWB ini dalam kondisi siang.

AWB customSatu sumber cahaya lain dimaksudkan, mungkin, untuk ‘fun’. Sinar putih adalah ‘kustom’, yaitu kita definisikan sendiri. Kamera kita sodori warna tertentu merah lalu biru, untuk jadi sinar putih. Kita lihat bagaimana respon kamera menerjemahkan sinar putih ‘palsu’ ini menjadi nuansa warna di foto saat memotret.

Caranya mudah, pindahkan menu AWB ke ‘Custom’. Letakkan latar berupa kertas atau kain warna biru di depan kamera. Tekan tombol ‘DISP’, memberitahu kamera …ini ‘putih’! Data disimpan di memori kamera untuk rujukan menguraikan warna. Setelah selesai memotret, ganti latar ‘Custom’ dengan merah.

Memotret

Setting kamera: manual, A=2.8, ISO=80, lampu kilat padam. Memotret dilakukan dengan setting ‘AWB’ dan setting ‘Custom’ untuk latar merah dan latar biru.
 
AWB customBlu-RedAtas: setting AWB  
Tengah: setting ‘Custom’, sinar putih = latar biru  
Bawah: setting ‘Custom’, sinar putih = latar merah.

Analisa

  1. AWB: kondisi cuaca panas terik sekitar pukul 3-4 sore, warna agak berlebihan (silau). AWB sukses mengungkap suasana terik dan kesan 3D ini di foto. Namun mata tetap lebih unggul, bisa melihat nyata warna oranye di atas tenda yang di foto kurang menonjol. Perlu koreksi.
  2. Warna ‘dingin’ biru: diterjemahkan oleh kamera = putih. Semua obyek mengandung unsur biru jadi putih. Lihat atap tenda (masih tersisa); daun dan atap seng bercat hijau berubah kekuningan. Secara keseluruhan foto terlihat ‘panas’.
  3. Warna ‘panas’ merah: kebalikan biru. Obyek yang mengandung merah diputihkan; warna oranye atap tenda mengandung merah. Foto terlihat ‘dingin’.

Kesimpulan — ‘white balance’ atau warna pada sinar putih jadi rujukan kamera mengurai warna dengan tepat; AWB mengatur otomatis intensitas warna secara berimbang (netral) agar warna sama seperti yang kita lihat. Penting sekali dalam fotografi.

Eksperimen ‘biru’ dan ‘merah’ dapat dianggap mewakili contoh ekstrim sumber cahaya lampu TL dan lampu pijar. Pindahkan menu AWB ke setting kedua lampu tersebut. Bandingkan.

AWB CanonModelSalah memilih ‘white balance’ warna berantakan tak keruan. Untuk foto pemandangan dampak mungkin tak seberapa, bahkan disengaja demi seni. Bagaimana dengan foto model? Cantik itu, identik dengan warna kulit. Harus seasli asalnya. Mungkin ini salahsatu faktor membedakan mana koran atau majalah bagus mana tidak.

AWB kurang berhasil mengurai warna kalau spektrum warna difoto monoton, rata, datar. Contoh hutan (cokelat-hijau), pasir pantai (putih kekuningan), langit (biru-putih). Pakai ‘custom white balance’, arahkan ke kertas putih, tekan ‘DISP’ untuk disimpan. Kali ini, putih = putih.
 
:D   (belum tahu lampu LED super terang masuk kategori mana)