Foto HDR Yang Bukan Foto

Posted on 14/04/2013

1


Bukan foto karena foto bukan murni hasil jepretan kamera tetapi rekayasa gabungan 2-3 foto gelap sampai terang. Kalau digabung jadilah foto HDR, yang bukan foto.

Pengetahuan

HDR GangPada foto gelap atau terang pasti ada bagian yang tidak jelas, latar depan atau latar belakang. Spot metering membantu mengoreksi latar depan; belum cukup, disempurnakan lagi dengan menyatukan 3 foto berbeda terang-gelap. Foto ‘gang’ (artikel ‘Aplikasi Spot Metering’ kemarin) contohnya, spot metering (foto atas) dan penyatuan 3 foto (foto bawah). Coba dinilai. Foto lebih jelas, detil lebih kelihatan!

Pastinya, bintik (piksel) foto 3 mode metering bergabung. Akibatnya foto memiliki rentang gradasi atau spektrum warna yang lebar, kaya dengan ‘nada’. Karena itu disebut ‘high dynamic range’ disingkat HDR, atau menirukan istilah musik, ‘hi-fi imaging’ (hi-fi, high fidelity).

Hasilnya luar biasa.

Penyebab sebenarnya gelap-terang foto bukan mode metering tetapi setting ‘EV’ (exposure value, kompensasi pencahayaan). Setting berfungsi menambah atau mengurangi jumlah cahaya masuk ke kamera. Sama dengan mengatur bukaan ‘jendela’ alias rana atau apertur (‘A’). Dibuka lebar cahaya masuk banyak, foto jadi terang; dibuka kecil cahaya masuk sedikit, foto jadi gelap.

Kita coba lihat hasilnya dengan memotret langsung di ‘tkp’.

Memotret

Setting kamera awal: manual, A=2.8, ISO=80, white-balance=AWB, lampu kilat padam. Setting EV dan mode metering kita mainkan. Pret!

Memotret kombinasi EV dengan mode metering ‘Evaluative’, ‘Center’, ‘Spot’ menghasilkan 9 foto:
EV dan Mode MeteringSubyek sama, kompleks pemukiman. ‘Crop’ bagian tertentu untuk disusun menjadi panorama. Contoh, foto pojok kiri-atas adalah crop foto dengan EV=-1, mode ‘Evaluative’. Pojok kanan-bawah EV=+1, mode ‘Spot’. Dan seterusnya.

Foto HDR diberi bertanda merah: latar depan (tanaman) EV=0 mode ‘Evaluative, latar belakang (langit dan awan) EV=-1 mode ‘Center’, latar tengah (bangunan) EV=+1 mode ‘Spot’. Setelah disatukan begini penampakannya,
HRD 3-foto

Analisa

  1. Foto HDR — cukup setting EV. Diatas contoh ekstrim gelap-terang kombinasi EV dan mode metering. Hanya untuk eksperimen.
  2. 3D — detil bayangan HDR lebih jelas membentuk profil kedalaman berkat spektrum warna yang lebar.
  3. Program HDR — diperlukan membuat foto HDR. Di atas memakai Picturenaut. Mudah mengoperasikannya. Gratis lagi.
  4. Teknologi — kecenderungan kamera masa depan dilengkapi fitur menghasilkan sejumlah foto terang-gelap sekali memotret. Nikon merintis melengkapi kameranya dengan fitur ini. Lebih dari 3 (9?).

Kesimpulan — (1) keterbatasan kamera, belum sanggup menghasilkan foto HDR di kamera sekali memotret (2) spot metering bisa dipakai membuat foto HDR (3) foto HDR yang bukan foto, sekarang, suatu saat adalah foto!

Pertanyaan mengganggu pikiran posting lalu seperti apa gabungan foto hasil mode metering atau EV berbeda, dan seberapa jauh peran kontras dan bayangan memberi efek ruang atau kedalaman alias 3D, terjawab sudah.
 
:D  (foto HDR untuk wajah model?)

Artikel terkait posting ini:
Pret! Trio Bukaan-Rana-ISO Mengatur Jumlah Cahaya
Memotret Pertama Dengan Kamera Saku Digital