Fokus Fokus Fokus

Posted on 16/04/2013

0


Fokus, subyek terlihat jelas; ‘jelas’ dipengaruhi kuat cahaya, kontras (gelap-terang), gerak (diam, tidak bergerak). Memakai ketiga faktor sebagai dasar bidik subyek, tekan tombol jepret (rana) setengah, tampil jendela fokus hijau, tekan tombol penuh. Pret! 

Pengetahuan

fokus diagramFokus — terjadi pada bidang fokus yang tegak lurus kamera dengan jarak tertentu (garis merah tebal). Di luar itu tidak fokus. Karena mata masih melihat benda di depan dan di belakang subyek yang tidak fokus sebagai jelas (garis merah tipis), terciptalah rentang jarak jelas. Rentang jarak ini dinamai ‘DOF’ (depth of field) atau kedalaman ruang tajam.

Terdapat 3 setting mode memfokus subyek: ‘Center’, ‘Face Detect’, ‘AiAF’. Lihat gambar menu ‘Fokus’ di bawah.

Menu fokus dan jendela fokusMode Center — mode fokus sederhana, bidik kamera langsung ke subyek, tekan tombol rana setengah, muncul jendela fokus hijau. Hijau berarti fokus. Pret!

Mode Face Detect — dipakai untuk memotret orang. Bidikkan kamera, begitu mengenai wajah, muncul ‘jendela wajah’ (lihat gambar). Tekan tombol untuk melihat wajah lain, kalau ada. Tekan tombol lain untuk melihat semua wajah.

Ada tombol lain lagi untuk men’track’ wajah. Wajah bergerak atau berpindah jendela wajah mengikuti!

Jendela wajah tidak sama dengan jendela fokus (hijau). Tekan tombol rana setengah; tidak berhasil menemukan fokus, jendela hijau tidak tampil. Tampil, ..pret!

Mode AiAF — singkatan ‘Artificial Intelligence Auto Focus’. Cara kerjanya mirip ‘Face Detect’; bedanya, kamera mencari sendiri subyek. Jendela fokus subyek yang berhasil ditemukan fokusnya muncul di layar LCD. Tinggal pilih subyek, kalau cocok, untuk dipotret. Pret!

Mode ‘AiAF’ jarang dipakai karena subyek bukan pilihan kita.

Gagal fokus — bisa terjadi kalau kamera gagal menemukan ‘kontras’ di subyek yang diperlukan menentukan fokus. Contoh, subyek gelap atau sangat terang. Pernah mencoba membidik dinding putih gagal; kasih coretan hitam sedikit, berhasil!

Fokus juga gagal pada subyek bergerak dan kondisi penuh subyek. Bingung, terlalu rame mungkin.

Jarak bidik — lihat gambar paling atas. Di mana sebaiknya memposisikan subyek agar DOF panjang? DOF kamera saku digital pendek sekali (lihat posting ‘apertur mempengaruhi DOF’).

Kita ulang eksperimen mencari posisi subyek yang dimaksud.

Memotret

Setting kamera awal: manual, A=2.8, ISO=80, AWB, lampu kilat padam, mode bidik=makro, mode fokus=Center.
titik bidik fokusGambar-1,2,3,4: titik bidik fokus diarahkan berurutan dari bawah, tengah-bawah, tengah-atas, dan atas (tulisan ‘Newsweek’). Titik bidik mana yang nyaris fokus di seluruh sampul majalah?

Analisa

  1. DOF — sangat terbatas karena apertur A sebagai elemen pokok yang mempengaruhi DOF tidak tersedia settingnya.
  2. Jarak bidik — rentang optimal DOF berhasil diperoleh dengan memposisikan subyek di titik bidik tengah-bawah (Gambar-2) atau tengah-atas (Gambar-3). Gambar-1 dan Gambar-4 DOF lebih pendek.
  3. Gambar-2 atau Gambar-3 — Gambar-3 terpilih karena angka ‘100’ dan latar belakang tulisan ‘Newsweek’ besar di atas dasar merah lebih tajam dibandingkan Gambar-2. Kalau latar belakang tidak penting, Gambar-2 bisa dijadikan pilihan.

Kesimpulan — (1) DOF panjang, arahkan titik bidik fokus ke subyek di tengah 1/3 — 2/3 dari bawah. Lihat dan ukur melalui jendela bidik (2) secara nalar mata kita langsung tertuju ke angka ‘100’ disusul warna merah bertulisan ‘Newsweek’. Karena itu keduanya harus jelas (Gambar-3).

Konten foto yang menggiring mata langsung tertuju ke sana disebut ‘eye catcher’. Eye catcher adalah sejenis ‘fokus’ juga (fokus psikologis?). Ini pengetahuan paling mendasar tentang komposisi.

Catatan:
Ada alternatif DOF panjang yaitu membidik di titik ‘hiper-fokus’nya. Tidak dibahas di sini, sudah tahap lanjut. Belum coba pakai kamera kelas saku. Beraat.. perlu setting fokus secara manual.

hyperfocal_diagram

Ketajaman (sharpness) tidak sama dengan fokus. Ketajaman mengandalkan kemampuan kamera menonjolkan profil hingga detil. Baru muncul pada resolusi tinggi yang hanya bisa dicapai dengan lensa dan sensor berkualitas. Beraat.. .

 
:D