Ketajaman Tidak Sama Dengan Fokus

Posted on 20/04/2013

0


Ketajaman di foto tidak sama dengan fokus. Menajamkan sebuah foto ‘blur’ (kabur, ‘out of focus’) dengan editor foto hanya menajamkan foto yang tidak fokus. Ketajaman adalah kemampuan kamera mengeluarkan atau menonjolkan detil subyek. Semakin detil semakin tajam.

Kita tidak berharap banyak dari ketajaman kamera saku digital. Kamera belum sanggup membuat foto setajam dan sedetil kamera kelas atas. Ini untuk pengetahuan kita saja.

Pengetahuan

sharpness1
Resolusi dan akutansi — foto gambar di atas, fokus; foto disebut tajam kalau kamera sanggup menghasilkan seperti Gambar-3. Ini gabungan detil Gambar-1 (disebut resolusi) dan batas jelas gelap-terang seperti Gambar-2 (disebut akutansi). Resolusi dan akutansi kamera saku digital belum mencukupi menjadi foto setajam Gambar-3. Pada kamera saku, fokus oke ketajaman kurang oke.

Foto tajam bisa diperoleh dengan bantuan editor foto, menaikkan ISO, dan faktor lain.

sharpness2Sharpening — dipakai menajamkan foto, yang fokus, tetapi kurang tajam. Tajamkan seperlunya jangan berlebihan seperti gambar kanan. Tidak alami.

Menaikkan ISO — kesan foto tajam juga bisa didapat dengan setting ISO tinggi. Risikonya cacat bintik ‘noise’ ikut terlihat.

Faktor lain — memakai tripod saat memotret untuk menghindari goyang, pencahayaan cukup terang agar detil terlihat, dan yang pasti …fokus!

Memotret

Untuk memenuhi rasa ingin tahu kemampuan ketajaman kamera saku digital dengan ISO tinggi. Setting lain: manual, A=2.8, lampu kilat=padam.

Calc80-400-brightFoto di atas asli tanpa editing. Bagi mata awam sepertinya ketajaman sama (atau lebih tajam ISO-80 kalau melihat angka). Tetapi bagi mata terlatih ISO=400 lebih tajam. Profil tombol kalkulator dan batas jendela LCD lebih jelas; ‘akutansi’ yaitu kemampuan membedakan batas gelap-terang lebih tinggi. Warna merah tombol terlihat keruh karena bintik ‘noise’.

Memotret di luar ruangan, cuaca cerah, pencahayaan lebih dari cukup.
Flower80-400Kiri ISO-80 kanan ISO=400. Coba dinilai.

Analisa

Gambar ISO=80 jelas lebih tajam. Detil urat daun dan profil ranting kayu terlihat jelas. Cahaya terlalu kuat atau ‘keras’ sehingga subyek sangat kontras menyebabkan detil halus/tipis yang ada di kelopak bunga misalnya, tidak muncul. (Harus sabar menunggu hingga cahaya sedikit melunak.)

Goyang saat memotret adalah penyebab utama tidak tajam. Pakai salahsatu, tripod atau setting ‘IS’ (Image Stabilization); IS dipakai memotret dengan tangan.

Kapan tripod dipakai? Aturan gampang: kalau kecepatan rana ‘S’ lebih lambat (lebih lama) dari 1/(panjang fokus lensa). Misalkan mode memotret di ‘W’ (wide angle=38mm), pakailah tripod kalau kecepatan ‘S’ lebih lambat dari 1/38 detik (0,03 detik). Di posisi ‘T’ (tele, 114mm) pakailah tripod kalau kecepatan ‘S’ lebih lambat dari 1/114 detik (0,01 detik).

:D  (ketajaman urusannya lensa dan sensor)