Mengenal Lampu Kilat Atau Flash

Posted on 22/04/2013

0


Untuk memotret, selain cahaya matahari di siang hari dan lampu di malam hari ada 1 sumber cahaya yang selalu tersedia dan dibawa kamera kemana-mana.  Namanya lampu kilat, ‘flash’, atau ‘blitz’. Cahaya lampu kilat dipakai membantu pencahayaan yang ada, bukan sebagai sumber pencahayaan utama.

Kita lihat sifat lampu kilat dan pemakaiannya memotret di malam hari.

Pengetahuan

Flash settingSetting lampu kilat: ‘Auto’, ‘On’, ‘Off’ — Tekan tombol lampu kilat di kamera. Di LCD tampil 3 pilihan status lampu kilat: ‘Auto’ menyala otomatis kalau gelap, ‘On’ dinyalakan, ‘Off’ dipadamkan.

Tekan tombol ‘Menu’ untuk setting lanjutan; ada fitur menghapus ‘bintik merah’ di mata akibat terkena silau cahaya lampu kilat, dan ada fitur ‘slow synchro’.

FEL, ‘Flash Exposure Lock’ — kuat cahaya lampu kilat terbatas, jangkauan terjauh 3 meter pada kekuatan penuh. Tentunya posisi subyek dekat ke kamera akan lebih terang, bahkan terlalu terang. Karena itu memotret subyek jarak dekat kuat cahaya lampu kilat harus dikurangi.

Tekan dan tahan tombol rana setengah (fokus), tekan tombol khusus untuk mengurangi. Lampu kilat menyala sesaat untuk mengukur dan menentukan kuat cahaya sehingga pas. Di LCD tampil tulisan ‘FEL’ (Flash Exposure Lock), pertanda kuat cahaya dikunci. Kuat cahaya tetap, tidak berubah lagi. Atur komposisi dan ..pret!

‘Slow synchro’ — setting penyalaan lampu kilat khusus memotret pada kecepatan rana ‘S’ rendah (lambat, lama). Setting menyebabkan latar belakang, yang semula gelap karena tidak terjangkau cahaya lampu kilat, bisa ikut terekam.

Memotret

Setting: manual, A=2.8, ISO=200, lampu kilat=’On’, tripod, kondisi malam hari dengan 1 lampu penerangan jalan.

Flash AWB NightKiri, kanan: memotret dalam mode biasa (AWB) dan mode malam. Mode malam lebih baik; mobil dan warna mobil lebih terang. Warna asli mobil adalah kuning, di atas kuning kemerahan.

Flash WBCust SyncKiri: warna diperbaiki dengan mencoba mengganti ke mode ‘Custom’. Warna mendekati asli, masih kelebihan hijau. Kanan: memotret dengan setting ‘slow synchro’. Lihat latar belakang yang ikut terpotret, juga bayangan pohon di atas kap mesin karena terkena sinar penerangan jalan di dekatnya.

Analisa

  1. Lampu kilat paling sulit mengeluarkan warna asli. Mode AWB, mode ‘malam’, mode ‘Custom’ di atas, tidak menolong banyak. Harus dibantu memakai editor foto.

    Ini disebabkan ‘suhu’ cahaya lampu kilat yang belum sanggup menampilkan spektrum warna selengkap sinar matahari. Untuk menguji kemampuan lampu kilat mengeluarkan warna, cobalah memotret beraneka buah-buahan.

  2. Flash Lock Synchro

  3. Fitur ‘slow synchro’ sangat berguna untuk menampilkan latar belakang.

    ‘Slow synchro’ lebih jelas diperlihatkan gambar di samping. Foto juga mendemonstrasikan pemakaian ‘Flash Exposure Lock’ (FEL) untuk mengurangi kuat cahaya karena subyek terlalu dekat kamera.

  4. Pusat perhatian kita beralih! Mata langsung tertuju ke lampu belakang mobil (foto paling atas). Padahal bukan itu maksudnya. Cari sudut pemotretan lebih baik, hindari benda mengkilat atau yang berpotensi memantul balik cahaya.

 
Kesimpulan — memotret malam hanya mengandalkan pencahayaan lampu kilat, sebaiknya dihindari. Selain kuat cahaya dan jangkauan terbatas juga terlalu ‘keras’. Tambahkan sumber cahaya lain agar berimbang sehingga foto malam menjadi lebih indah!
 
:D  (lampu kilat juga bagus untuk memotret siang hari)