Elemen Kamera

Posted on 29/04/2013

0


Kamera-dan-mata-webMemotret berurusan dengan menangkap cahaya. Untuk memperoleh gambar yang baik, jumlah cahaya harus cukup. Tidak boleh lebih tidak boleh kurang, dan ini diatur oleh kecepatan buka-tutup rana (shutter, S), lebar bukaan apertur (A), dan kepekaan sensor (dinyatakan dalam ISO).

Biar gampang ingat lihat mata sendiri: S (shutter) adalah kelopak mata, A (apertur) adalah iris, dan ISO (sensor) adalah retina. Kalau konsep menangkap cahaya sudah difahami memotret jadi mudah. Terlalu gelap? Atur S lebih lama, atau A lebih besar, atau ISO lebih tinggi. Kalau perlu, ketiganya dikombinasikan karena masing-masing punya kelebihan sendiri. Begitu pun sebaliknya.

Kamera saku digital meminta kita hanya mengatur ISO dan S. Sisanya serahkan ke kamera. Cobalah periksa tombol kamera kita. Ada? Lalu tombol lain di kamera? Itu pilihan, yang diatur sesuai kondisi cahaya, sasaran potret, dan selera. Gampang, ya.

Teorinya begitu, praktek yang membuktikan.

Selamat memotret! Untuk yang baru bergabung, boleh klik artikel berikut: Pret! Trio Bukaan-Rana-ISO Mengatur Jumlah Cahaya. Jangan lupa praktekkan, oke?

Kamera saku digital tidak memiliki elemen penangkap cahaya lengkap seperti yang dipunyai kamera tipe DSLR (digital single lens reflex): Kamera-mataGambar-1 dan 2 adalah apertur A, atau ‘jendela’ penangkap cahaya; besar kecilnya bukaan diatur cincin pengatur apertur (bergerigi). Di depannya cincin bergerigi lain untuk mengatur fokus.

Gambar-3 dan 4 adalah rana atau shutter S dan sensor. Rana dilapisi cermin memantulkan gambar yang ditangkap lensa ke jendela bidik (tempat kita mengintip gambar). Pret! Rana terangkat ke atas, memberi jalan memproyeksikan gambar tangkapan lensa ke sensor.

Mirip elemen mata, ya.
 
Artikel beranda fotografi lainnya lihat ‘Arsip’


Update posting Bangun Bangun… Ayo Ikut Lomba’
Lomba foto — diikuti 200 orang lebih.
Berkas Workshop (e-book) sudah bisa diunduh; isi komentar kalau unduh ya.
 

Posted in: Arsip