Memotret Hitam Putih

Posted on 03/05/2013

1


Memotret hitam putih itu kuno, hitam putih itu jelek, foto warna lebih bagus. Sebagian orang membenarkan, sebagian lagi berpendapat warna hanya sampai ke mata hitam putih sampai ke jiwa. Yang pasti ada kondisi di mana hitam putih tetap diperlukan. Karena itu setting hitam putih masih tersedia di kamera.

Hitam putih memiliki ‘bobot’ sama; di sini tidak ada warna dominan yang dapat dipakai menarik perhatian. Titik atau pusat perhatian bukan didasarkan atas hitam atau putih tetapi pola, tekstur, garis, bentuk, kontur, bayangan, perspektif, dan lainnya. Menarik dipelajari, sudah menyerempet seni.

Memotret

Menu setting warnaPengetahuan dilewat, langsung memotret. Setting kamera: manual, EV=0.0, AWB, ISO=80. Setting hitam putih ada di antara sederet setting warna lainnya. Cari yang bertulisan ‘BW’ (Black White). Pilih. (Setting AWB menghilang, tidak berlaku.)

Lanjut dengan memotret seperti biasa. Pret! Jadilah hitam putih. Di awal kita bingung mana yang jadi pusat perhatian. Tetapi dengan banyak memotret lama-lama tahu juga.

Sebagai pembanding memotret dilakukan 2 kali, warna dan hitam putih. Harus pakai tripod agar komposisi tidak berubah saat mengganti setting. Hasilnya seperti ini,
BW-Archi-BikeBW-Archi-Bike bwDi mana ya pusat perhatian atau pusat interes? Mengikuti intuisi, gambar kiri aktivitas orang dan perspektif, gambar kanan kerangka, pelek roda, dan jari-jari sepeda. Bagaimana cara menonjolkan ini?

Analisa

Hitam putih dari kamera menghasilkan foto bernada datar seperti foto tengah bawah. Perlu dikoreksi agar diperoleh foto yang lebih ‘betul’ seperti di kanan. Baru tahu.

Efek menonjol diperoleh dengan mendramatisasi latar depan (subyek) dan latar belakang.

Lihat latar depan, wajah, mata, pakaian, dibuat terang; latar belakang dibuat gelap dan ‘bokeh’ (kabur). Olah foto seperti ini harus dilakukan di editor foto. Belajar sebentar Photoshop Express online, pusat perhatian diterangkan (‘dodge’) dan bagian lain yang bisa mengalihkan perhatian, digelapkan (‘burn’). Jadilah seperti di bawah.
BW-Archi-Bike updBandingkan dengan sebelumnya; sekarang aktivitas orang, persepektif, kerangka sepeda, pelek roda, jari-jari lebih menarik perhatian. Belum bagus tetapi lumayanlah. Maju selangkah.

Kesimpulan — hitam putih masih berlaku di abad fotografi digital. Kuasai editor foto untuk memperoleh hasil maksimal.

Hitam putih yang dihasilkan editor foto dengan hitam putih yang dihasilkan kamera, sama. Kita memakai hitam putih kamera untuk memudahkan mengatur komposisi, tekstur, dsb.
 

:D  (ingin tahu bagusnya efek terbalik, latar depan gelap latar belakang terang)