Apertur Atau Diafragma

Posted on 06/05/2013

4


Selain tulisan 6.2mm – 18.6mm di lensa kamera saku digital, lihat gambar kiri di bawah, ada tulisan 1:2.8-4.9. Apa maksud angka ini? Ini kode apertur atau diafragma, yaitu ukuran bukaan jendela penangkap cahaya. Apertur atau diafragma maksimum pada posisi W (wide angle, fokus lensa = 6.2mm) adalah 2.8 dan pada T (tele, fokus lensa = 18.6mm) adalah 4.9. Dari mana datangnya angka-angka aneh ini?
Apertur dan fstop 01
Tidak aneh. Coba kita bedah sebentar. Banyaknya sinar masuk ke kamera diatur apertur, untuk mudahnya, kita sebut saja jendela. Jumlah sinar berkurang dengan (1) menutup jendela, atau, (2) menjauh dari sumber. Menjauhkan, jelas. Lihat gambar 1 di atas. Misalkan pada jarak 1 meter jumlah cahaya yang diterima kamera = “1”, maka pada jarak 2 meter dengan ukuran jendela yang sama, jumlah cahaya yang tertangkap tinggal 1/4, pada 3 meter tinggal 1/9, dst. Mudah dilihat ketika memotret memakai lampu kilat atau blitz di malam hari.

Menutup jendela, juga jelas. Ditutup separuh, jumlah cahaya masuk juga separuh. Dengan kata lain jumlah cahaya sebanding luas jendela atau apertur. Ini yang mendasari kode angka apertur. Lihat contoh tabel berikut untuk panjang fokus lensa 50mm.
Apertur dan fstop 02Kode angka 1 diberikan pada apertur terbuka total. Untuk lensa 50mm, diameter apertur D, = f/1 = 50mm. Berapa luas apertur? Anggap bentuk lingkaran, luas apertur A = π.R² = 1962,5 mm². Dibulatkan, 2000 mm². Berapa kode apertur untuk sinar masuk separuh? Luas apertur juga separuh sekitar 1000 mm²; diperoleh apertur = 1.4. Separuhnya lagi? 2.0. Separuhnya lagi? 2.8. Separuhnya lagi? 4.0. Begitu seterusnya seperti yang diperlihatkan tabel di atas.

Angka apertur dibulatkan kelipatan 2 untuk memudahkan mengingat: 1, 2, 4, 8, 16, kemudian 1.4, 2.8, 5.6, 11, 22. (Bagi yang gemar matematika ringan, apertur A = (√2)ⁿ di mana n = 0, 1, 2 … .)

Zona kuning adalah kode atau nomor apertur yang biasa dijumpai pada lensa manual. Pada f/22 (apertur kecil) misalnya, jumlah cahaya masuk ke kamera hanya 1/64 f/2.8 (apertur besar) atau 1/512 apertur terbuka total. Berikut kode apertur selengkapnya,
Apertur dan fstop 03
Pada diagram ada istilah ‘full stop’, biasa disebut ‘f-stop’ atau ‘stop’ saja. ‘Stop’ adalah satuan ukuran separuh jumlah cahaya. “Turunkan 2 stop”, artinya kecilkan apertur 2 kali; putar cincin apertur (pada lensa manual terdengar bunyi klik) 2 kali untuk mengecilkan jendela. Jumlah cahaya masuk 1/4 dari apertur asal. Di kamera tampak gelap atau ‘less light’. “Naikkan 2 stop”, kebalikannya, jadi lebih terang. ‘More light’.

Diagram juga memperlihatkan pembagian ‘full stop’ jadi ‘1/2-stop’ dan ‘1/3-stop’, dampak apertur terhadap kedalaman ruang tajam (DOF, depth of field), dan pembagian menurut apertur yaitu, (1) apertur lebar, (2) apertur medium, (3) apertur kecil/sempit.

Pada kamera digital cincin setting apertur di lensa sudah tidak ada. Setting ‘f-stop’ (‘f’ dari full), ‘1/2-stop’, ‘1/3-stop’, dipindah ke kamera dan diatur melalui tombol! Jadi apertur ada di lensa setting ada di bodi kamera, keduanya saling berkomunikasi secara elektronik. Menarik.

Kembali ke data lensa di kamera saku digital di atas, maksud 1:2.8-4.9? Ini cara penulisan alernatif apertur; pada W (wide angle, 6.2mm) = 1:2.8 alias sama dengan f/2.8, pada T (tele, 18.6mm) = 1:4.9 sama dengan f/4.9. Luas apertur menunjukkan kesanggupan maksimum menangkap cahaya W dan T masing-masing.

Berdasarkan kesanggupan maksimum menangkap cahaya tadi, Nikon misalnya, membuat 4 lensa 28mm dengan spesifikasi f/1.4, f/2.0, f/2.8, f/3.5. Menurut apertur kesemuanya apertur lebar, menurut kesanggupan menangkap jumlah cahaya: f/1.4 termasuk lensa sangat cepat, f/2.0 lensa cepat, f/2.8 lensa biasa, dan f/3.5 lensa pelan. Mana paling mahal? Hehe… kita semua tahu.

Mengapa namanya demikian, nantikan posting beranda fotografi berikutnya.
 
:D  
 
Artikel beranda fotografi lainnya lihat ‘Arsip’.