Kecepatan Rana Atau Shutter Speed

Posted on 08/05/2013

1


TadahHujanTengadah ke atas, mulut menganga menangkap air hujan! Asyik, dulu oke masih bersih sekarang jangan. Coba hitung berapa lama buka mulut hingga penuh? Terlalu lama mulut membuka air tumpah kemana-mana, terlalu sebentar air sedkit. Masih haus.

Apa hubungannya dengan fotografi?
 
 
Mulut seperti rana atau shutter di kamera. Rana dibuka sampai cahaya yang masuk cukup. Setelah itu rana ditutup. Pret! Dalam dunia fotografi lama buka-tutup rana disebut waktu pencahayaan (eksposur, exposure). Dibuka lama cahaya masuk banyak, terjadi ‘OE’ (over exposure), gambar jadi serba putih. Sebaliknya dibuka sebentar cahaya kurang, terjadi ‘UE’ (under exposure), gambar jadi gelap kehitaman.

Berapa lama rana membuka? Jumlah cahaya yang ditangkap kamera bergantung tidak hanya pada kecepatan rana, melainkan juga apertur dan ISO. Ada patokan kasar kamera ‘jadul’ (memakai film) yang mungkin masih bisa diberlakukan pada kamera digital yaitu aturan “siang hari 16”. Pada siang hari cerah aturlah setting apertur di f/16 dan rana = 1/ISO. Kalau setting ISO 200 maka kecepatan rana = 1/200 s (sekon, detik), ISO 100 rana 1/100 s, …dst.

Naikkan 2 stop (buka apertur lebih besar/lebar 2 kali). Cahaya masuk lebih banyak 4 kali. Rana? Kecepatan harus diubah mengimbangi jumlah cahaya agar selalu tetap! Jadi harus lebih cepat. Lihat tabel berikut.
ShutterSpeedAmati kolom ‘Full stops’. Menurut artikel ‘beranda fotografi’ lalu tentang apertur, menaikkan 2 stop dari f/16 akan menjadi f/8 (f/5.6 jadi f/2.4, f/8 jadi f/4, dst.). Tabel kecepatan rana mengimbangi, untuk naik 2 stop pada contoh kecepatan rana 1/125 s naik menjadi lebih cepat ke 1/500 s. Lebih cepat 4 kali atau 1/125:4 = 1/500 s!

Pada contoh “siang hari 16” (apertur f/16, rana 1/100 s pada ISO 100), menaikkan 2 stop diperoleh f/8 dan kecepatan rana = 1/400 s. Pada ISO 200 kecepatan jadi 1/800 s, ISO 400 jadi 1/1600 s!

Kecepatan rana tinggi menurut tabel dipakai untuk ‘menghentikan’ obyek bergerak cepat seperti satwa terbang atau melompat, olah raga, balapan motor atau mobil.

Eksperimen Kecepatan Rana

Di bawah eksperimen kecil melihat perilaku kamera digital yang bsa mengatur sendiri (auto) kombinasi kecepatan rana dan apertur untuk memperoleh jumlah cahaya cukup.
ShutterSpeed f variasiWah, rumit. Nanti dulu, coba amati kolom ‘Luas’ dan ‘Rana’ di sebelahnya.
ShutterSpeed kalkulasi cahaya1Jumlah cahaya selalu tetap! Luas apertur 2.1 mm2 rana 1/3 s (detik). Apertur lebih lebar, luas 6.3 mm2 (30 kali lebih lebar), kecepatan rana dipercepat 10 kali alias (1/3):10 = 1/30 s. Buka lebih lebar lagi, luas 630 mm2 atau 300 kali, rana dipercepat 1/300, (1/3):300 = 1/100 s.

Tabel dan pembuktian eksperimen tadi membuat memotret jadi mudah. Jepret sembarang sampai diperoleh 1 kombinasi (apertur, rana) yang tepat pada saat itu. Cuaca berubah, tinggal naikkan atau turunkan stop dan mencepatkan atau melambatkan rana. Sekarang serba auto, tetapi untuk memperoleh efek pencahayaan yang diinginkan setting perlu dilakukan manual. Di sini panjang fokus lensa tidak berpengaruh. Jepretan di atas memakai 2 lensa berbeda, 18 mm dan 50 mm.

Lensa Cepat

Mengapa lensa dengan f/1.4 sampai f/2.0 disebut lensa cepat atau sangat cepat, terjawab sudah. Pada f/1.4 sampai f/2.0, apertur dibuka habis sehingga rana harus diset pada kecepatan tinggi!

Misalkan memotret siang hari cerah. Melanggar aturan “siang hari 16”, menaikkan stop dari f/16 ke f/1.8 (= 7 stop) perlu diimbangi rana 1/100 : 2ⁿ n = 7. Berapa itu? Cepat sekali.

Mengapa diinginkan apertur besar di siang hari? Kita ingin memperoleh efek bokeh! Kamera tidak punya setting bokeh jadi harus dikerjakan manual.

Tren Fotografi Kecepatan Tinggi

Sedang nge’tren’sekarang.ShutterSpeed SlowMemotret mobil bergerak sudah dianggap lamban, model jungkir di sebelahnya apalagi, termasuk memotret diam. Samasekali tidak ada gerak. Memotret obyek bergerak cepat dengan perangkat khusus mengandalkan teknologi mulai merambah ke dunia fotografi. Seperti ini,
Shutterspeed FastAir dipercikkan dan dihentikan sebelum bulir air pecah di wajah model. Gambar kanan, percikan air tidak cuma dihentikan tetapi juga dibentuk jadi gaun! Bagaimana caranya dan berapa kecepatan rana, ya?

Foto di atas karya kreatif Jaroslav Wieczorkiewicz (aurumlight.com) yang mendapat medali emas di lomba foto internasional bergengsi ‘PX3’di Paris tahun 2012 dan 2013.

 
:D  (pakai kamera digital saku pasti sukar!)