Motret Beruntun Continous Shooting

Posted on 12/05/2013

0


Kembali ke … ‘motret. Hampir terlupakan. Satu  fitur kamera saku  yang agak jarang dipakai adalah ‘Continous Shooting’.  Sekali tekan tombol jepret (rana), pret-pret … beruntun sampai tombol dilepas. Banyak gambar dijepret. Bagus untuk memotret peristiwa olahraga.

Menu-Continous-ShootMemotret subyek bergerak cepat beruntun sukar dilaksanakan secara manual. Untungnya kamera dilengkapi fitur ini sehingga kita tinggal menekan tombol jepret sekali selanjutnya kamera memotret sendiri berkali-kali. Tidak ada penjelasan di manual seberapa cepat kamera memotret per detik. Tetapi kecepatan ada hubungannya dengan jenis memori (harus tipe cepat), dan belum penuh. Artinya data tersimpan di dalam memori masih sedikit.

Cari di kamera setting ‘continous shooting’. Mestinya ada. Faktor penting mode ‘continous shooting’ adalah setting yang tepat untuk subyek bergerak. Kunci fokus dan naikkan ISO, agar kecepatan shutter S bisa menghentikan gerak subyek. Oke, fokus sudah di’lock’, ISO = 400.

Memotret

too close-fast origIni cuplikan seri memotret percobaan untuk dipelajari. Subyek blur. Memotret tidak boleh terlalu dekat. Kereta dorong yang jalannya pelan pun, masih dianggap terlalu cepat oleh kamera sehingga blur.

Oke, mundur lebih jauh. Memotet siap. Mengambil posisi ‘standby’ menunggu orang lewat (Gambar A). Sasaran terlihat! (Gambar B.) Tekan tombol ‘continous shooting’, pret.. pret.. .gambar-indukBerhasil. Diapakan gambar sebanyak ini? Bagaimana kalau digabung, Gambar A jadi latar belakang gambar B (orang lewat) jadi latar depan.

Latar belakang kita blur. Masih ingat Bokeh? Blur latar belakang dilakukan dengan seleksi! Kita baru saja belajar di posting kemarin. Konsepnya kira-kira seperti ini,gambar-anak
Orang yang lewat, latar depan, digunting lalu tempel di latar belakang. ‘Menggunting’ juga dilakukan dengan seleksi.

Olah Foto

Jadi ada 2 seleksi. Pada Gambar A seleksi memakai ‘Pen’ mengisolasi bagian yang diblur. Seleksi pada Gambar B memakai tool ‘Eraser’ atau penghapus alias ‘setip’! Menghapus jauh lebih mudah tetapi tidak akurat.

Akhirnya selesai juga. Ini hasilnya,continous-shootingSemua dikerjakan di Photoshop CS2. Kita sekarang tahu penghapus bisa menjadi tool ‘selection’.

Kita juga sekarang lebih faham peran ‘bokeh’ atau blur di latar belakang supaya tidak terlihat penting dan menarik perhatian. Terlebih-lebih latar belakag sibuk dan rame seperti di atas.

Kita juga sekarang jadi mulai tahu peran dinding merah di kiri dan bapak polisi di kanan sebagai penghalang/pembatas ruang pandang kita dan menggiring mata ke pusat perhatian (orang) di tengah. Batas kiri dan kanan ini dinamai ‘frame’ (kerangka, bingkai), dan pemberian batas disebut ‘framing’.

Update: ingin eksperimen tetapi belum punya seri gambar ‘continous shooting’ (coba deh cek kameranya) silakan ajukan saja di komentar.

:D (cara membuat gambar di atas nantikan posting berikutnya)