Ajang Lomba Foto Estafet

Posted on 26/09/2013

1


VillaIsola1Waktunya, Minggu 22 September 2013; lokasinya, taman UPI Bandung (Universitas Pendidikan Indonesia, dulu IKIP); temanya, ‘Heritage With Modern Beauty’ atau warisan budaya kuno dengan keindahan masa kini. Sasarannya, gedung Villa Isola. Masihkah gedung jadi landmark (ciri/tanda pengenal) kota Bandung seperti gedung Sate, gedung Merdeka, hotel Savoy Homann. Dulu masih.
 
Sponsor lomba adalah TokoCamZone sebuah toko perlengkapan fotografi baru yang beroperasi belum genap setahun (2013), penyelenggara lomba adalah PAF (Perkumpulan Amatir Foto) komunitas fotografer bergengsi dan tertua di Indonesia (1924), bahkan lebih tua dari Isola (1933)!

Ini lomba foto estafet karena sehari sebelumnya juga ikut lomba foto. Kali ini tema yang diusung memadukan unsur antik/kuno dengan moderen. Bagaimana membuat foto gedung kuno terlihat gagah (cantik?) tak tergerus waktu dan tetap serasi berdampingan dengan kecantikan, keanggunan, kecanggihan masa kini. Begitu persepsinya, dan dalam ciptaan, foto akhir mestinya tak jauh dari hasil pret ini,

CamZ-PAF 22sep13 pano2CamZ-PAF 22sep13 pano1

Panitia meminta menyerahkan 2 gambar, ada 133 peserta memasukkan (total jadi 266), satu karya berhasil lolos babak penyisihan awal masuk 50 besar. Horee…!

Babak selanjutnya, gugur. Tidak apa, senang, usaha selama ini berhasil meraih prestasi kecil. Sedikit ketidakjujuran, kamera yang dipakai ..bukan kamera saku! Hehe, kebetulan bisa membeli DSLR bekas 3 minggu lalu (Canon 20D, 8 mega piksel sama seperti IXUS, BO-body only). Lensa diambil dari kamera kuno yang masih memakai film berlapis bahan peka cahaya sebagai sensor. Gambar kamera dan lensa ‘ba-be’ (baru tapi bekas), kalau belum diganti, bisa dilihat di beranda.

Semua tombol setting kamera saku dicari di kamera DSLR untuk dipelajari. Belum semua ketemu, tetapi tombol pokok setting sudah dapat. Sip, berlatih menjepret habis-habisan selama 3 minggu biar bisa ikut lomba. Nekat. Hasilnya, ya seperti di atas. Masih banyak salah!

CamZ-PAF 22sep13 01Perlu kerja ekstra keras menguasai kamera ‘saku’ baru; kamera harus bisa dioperasikan semudah kamera saku Canon IXUS yang serba otomatis dan bisa menjepret sana-sini seenaknya dalam segala posisi. Tidak harus sampai tiduran segala. Maunya ‘sih begitu.

Hehe… mungkin ini yang membedakan kamera saku beneran dengan kamera ‘saku’ DSLR. Yang satu tinggal bidik dan pret! (point-and- shoot) tanpa basa-basi; yang satu lagi penuh upacara, atur ISO, atur apertur, atur kecepatan rana (shutter), bidik, atur fokus, baru pret. Merdeka, semua atur sendiri, ‘pul’ (full) manual.

Kehadiran teknologi digital dan masih adanya kebebasan manual, menjadi tantangan kita dapat memenuhi visi lomba ‘Salon Foto Indonesia’ , dalam upaya mengangkat fotografi tetap sebagai karya seni luhur yang patut diapresiasi setara penghargaan atau ‘award’ untuk dunia film dan musik, baik nasional maupun internasional.

Lomba sudah lama dibuka dan segera ditutup 11 Oktober 2013 mendatang.

Siap, kamera saku mana pun ..siap jepret!
 
:D  (waduh sudah dekat, mengoperasikan saja masih bingung)