Memotret Manual Untuk Lanskap

Posted on 12/11/2013

1


Memotret manual untuk lanskap(Canon EOS 20D, lensa 50mm f/1.7, apertur f/11, rana 1/60 detik, ISO 100.)

Repot amat, bukannya kamera sekarang sudah hebat dan serba otomatis?

Untuk keperluan rutin laporan, jurnalistik, memotret keluarga, teman, olahraga dan kondisi umum obyek bergerak, setting otomatis oke. Cahaya yang merata sudah cukup dan memenuhi syarat pemotretan. Tinggal pret! Pasti jadi. Dan bagus.

Tetapi ada kondisi di mana setting otomatis kamera belum sanggup melakukannya. Memotret pemandangan darat atau ‘landscape’, misalnya. Pertama, cahaya yang tiba di obyek mungkin tidak cukup karena berada di luar zona titik pusat jendela bidik di mana kamera memakai sebagai rujukan mengukur kuat cahaya.

Ke dua, memotret obyek bergerak karena hembusan angin pada kelopak bunga dan tanaman misalnya, atau derasnya aliran air sungai dan hempasan gelombang air laut, menuntut setting berbeda. Untuk ‘diam’ diperlukan kecepatan rana tinggi misalnya 1/1000 detik dan untuk mendapatkan kesan gerak atau bergoyang memerlukan kecepatan rendah, misalnya 1/10 detik. Belum ada setting otomatis di kamera yang bisa memotret berbagai kondisi berlawanan ini. Entah nanti.

Ke tiga, pada pemandangan ada latar depan dan latar belakang (dan latar tengah). Setting untuk fokus semua latar tidak sama dengan fokus hanya untuk latar depan saja. Fokus di semua latar menuntut setting apertur kecil misalnya f/16 atau f/22, dan fokus latar depan saja perlu setting apertur besar misalnya f/2. Kita sudah tahu istilahnya, ‘DOF’ (Depth Of Field). Juga di sini belum ditemukan setting otomatis di kamera yang bisa memotret dengan DOF yang kita mau. Mungkin nanti.

Sementara menunggu kamera serba bisa dan serba otomatis, memotret kondisi seperti di atas tidak punya pilihan kecuali menggunakan setting manual! Kita kendalikan penuh setting kombinasi apertur dan kecepatan kamera (dan ISO) untuk memperoleh hasil seperti yang kita inginkan. Kita sudah berjanji kepada diri sendiri untuk mulai beralih budaya ‘dari jepret ke memotret’.

Nantikan posting selanjutnya setting kamera yang perlu dilakukan saat memotret manual.
 
:D  (sukar dicapai kamera saku digital)