Memotret Manual Adalah Bagi 2 Kali 2

Posted on 22/11/2013

0


Bagi 2 kali 2 adalah operasi matematika dasar yang sudah diajarkan sejak SD. Apertur, kecepatan rana, ISO, semua menerapkan rumus bagi 2 dan kali 2 untuk bersama-sama mengatur jumlah cahaya yang tiba di sensor kamera. Kita pasti bisa mengoperasikan rumus ini di luar kepala. Nanti di bawah akan kita lihat rumus bagi 2 dan kali 2 ini digantikan ‘stop’ sebagai acuan praktis mempercepat setting memotret manual.
 

Apertur Bagi 2

Angka apertur (diafragma) atau bukaan yang terdapat di kamera seperti ini:

Apertur f/.. 1 1.4 2 2.8 4 5.6 8 11

Apertur dimulai dari f/1; ini bukaan penuh, cahaya masuk ke kamera maksimal. Angka f/1.4 di sebelahnya mengurangi jumlah cahaya masuk tinggal 1/2. Pada f/2 mengurangi 1/2 dari sebelumnya f/1.4, f/2.8 separuhnya f/2, ..dan seterusnya.

Stop — adalah istilah satuan jumlah cahaya separuh terhadap sebelumnya. Menaikkan stop diasosiasikan dengan menaikkan atau menambah jumlah cahaya. Kebalikannya, menurunkan stop artinya menurunkan atau mengurangi jumlah cahaya. Menaikkan 2 stop atau ‘+2 stop’ berarti apertur diperbesar, dari semula = f/8 misalnya, jadi f/4. Menurunkan 2 stop atau ‘-2 stop’, dari f/8 jadi f/11.

Skala apertur cukup menghafal ‘1’ dan ‘1.4’ lalu kalikan 2.
 

Shutter Bagi 2

Angka ‘shutter’ atau kecepatan rana di kamera seperti ini:

Shutter 1/.. 1 2 4 8 15 30 60 125

Kecepatan dimulai dari rana = ‘1’, artinya ‘1/1’ atau 1 detik. Ini kecepatan di mana cahaya masuk ke kamera penuh (maksimal). Rana = ‘2’ artinya ‘1/2’ atau sama dengan 1/2 detik. Waktu tangkap cahaya 1/2 lebih pendek sehingga jumlah cahaya masuk juga 1/2. Rana ‘4’ = 1/4 jumlah cahaya masuk 1/4, atau separuh rana ‘2’, rana ‘8’ separuh rana ‘4’, ..dst.

Stop — sama seperti apertur, menaikkan stop berarti menambah jumlah cahaya, dan menurunkan stop berarti mengurangi jumlah cahaya. Misalkan kecepatan = 1/100 detik, +2 stop sama dengan 1/25 detik, ‘-2 stop’ sama dengan = 1/400 detik.

Deretan skala kecepatan rana mudah diingat. Sebagian dibulatkan untuk memudahkan.  

ISO Kali 2

Angka ISO yang terdapat di kamera seperti ini:

ISO: 100 200 400 800 1600 3200

Angka ISO menyatakan kepekaan sensor menangkap cahaya. ISO = ‘100’ menunjukkan kepekaan paling rendah; cahaya masuk ‘dikuatkan’ 1 kali atau tidak ada penguatan alias cahaya seadanya. ISO = ‘200’ menunjukkan kepekaan sensor 2 kali lebih tinggi; cahaya yang masuk dikuatkan seakan-akan jumlahnya 2 kali lebih banyak! ISO = ‘400’ 4 kali lebih banyak, ISO ‘800’ 8 kali lebih banyak, dan seterusnya.

Stop — juga dipakai karena menyangkut jumlah cahaya. Menaikkan ISO 2 stop atau ‘+2 stop’, sama dengan jumlah cahaya 4 kali. Contoh ISO = 200 misalnya, +2 stop jadi 1600 dan menurunkan ISO 1 stop atau ‘-1 stop’, ISO jadi 100.
 

Stop

Dari kajian di atas dapat dilihat ‘stop’ adalah istilah takaran jumlah cahaya menggantikan rumus bagi 2 kali 2. Notasi ‘+’ dipakai untuk menyatakan menambah jumlah cahaya dan ‘-‘ untuk mengurangi jumlah cahaya.

Contoh ‘+3 stop’, artinya menambah jumlah cahaya (2 x 2 x 2) = 8 kali. Perbesar bukaan apertur, atau turunkan kecepatan, atau naikkan ISO. Contoh mudah, dari f/8 jadi f/2.8, dari 1/250 detik jadi 1/60 detik, dari ISO 100 jadi 800.

Kebalikannya ‘-3 stop’? Mengurangi jumlah cahaya jadi (1/2 x 1/2 x 1/2) = 1/8 kali. Perkecil apertur dari f/8 jadi f/22, atau kecepatan dari 1/250 detik jadi 1/2000 detik. ISO 100 terendah, tidak bisa diturunkan lagi.

Bisakah menaikkan ‘+3 stop’ di atas diperoleh dengan mengkombinasikan apertur +2 stop dan kecepatan +1 stop, atau kombinasi lainnya? Nantikan bahasan lanjut ‘stop’ di posting berikutnya. Sebagai pendahuluan lihat gambar di bawah. Ini demo jumlah cahaya yang sama pada kombinasi apertur, kecepatan, dan ISO tertentu. Amati apa yang diubah dan berapa stop.
Bagi 2 Kali 2 DemoKesimpulan apa yang bisa ditarik dari eksperimen ini?

Selamat berakhir pekan.
 
:D