Memanfaatkan Jari Sebelum Memotret

Posted on 01/12/2013

0


Kamera sekarang (digital) berbeda dengan kamera dulu (film); Maklum semua serba otomatis tinggal pret! Berikut kita coba menilai sejumlah tips praktis peran jari dalam memotret menguji kembali mungkinkah teknik ini masih berlaku sekarang.
 
peran-jari-dalam-memotret1

Arah cahaya — dari arah samping. Arahkan telunjuk ke sumber cahaya matahari dalam hal ini, dan ibu jari adalah arah obyek potret kita. Cahaya dari arah samping membentuk bayangan untuk menguatkan kesan kedalaman atau ‘3D’. Aturan sepertinya abadi, ini langkah awal yang selalu harus kita lakukan sebelum memotret!

Komposisi — nah teknik ini mungkin tidak dipakai lagi, digantikan ‘live view’ di belakang kamera. Kamera dulu hanya mengandalkan jendela bidik saja. Sekali-kali dipakai, bolehlah.

Fokus — untuk memotret lanskap agar semua tajam ada beberapa cara. Salahsatu metoda adalah apertur-lensa-jarak fokus = ’10-40-10′; atur apertur lebih kecil f/10 (f/11, f/16, …), panjang fokus lensa di bawah 40 mm (28 mm, 18 mm, ..), dan arahkan sasaran fokus ke obyek lebih jauh dari 10 m. Contoh di atas menara. Hasilnya bisa dilihat di memotret manual untuk lanskap. Boleh juga pohon yang lebih dekat jadi sasaran fokus selama perkiraan jarak lebih dari 10 m. Belum coba.
 
peran-jari-dalam-memotret2

Ukur waktu — khususnya saat matahari terbenam. Banyak ditunggu fotografer warna langit yang cerah dan spektakuler. Durasinya sangat pendek. Berapa lama menunggu? Arahkan telapak tangan dengan jari menutupi matahari. Ukur ada berapa jari hingga di horison, kalikan jumlah jari dengan 15 menit! Contoh di atas 45 menit-60 menit. Bersiaplah bila matahari tinggal sejari lagi.

Ini tidak ada hubungan langsung dengan memotret.

Mata dominan — yang kita gunakan untuk melihat di jendela bidik. Orang mengira mata kanan lebih dominan dari mata kiri. Betul? Coba cek. Rentangkan kedua lengan ke depan dan silangkan telapak tangan seperti gambar. Intip melalui celah ke ke sebuah obyek dengan kedua mata terbuka.

Dekatkan ‘lubang intip’ perlahan ke mata kanan. Ulang kembali kali ini ke mata kiri. Obyek hilang (bergeser)! Mata yang melihat obyek masih bertahan saat didekatkan adalah mata dominan.

Beruntung bagi mereka yang memiliki mata dominan kiri. Bahu kiri bisa dimanfaatkan untuk menumpangkan kamera menggantikan tripod. Tinggal bidik, pret! Enak juga, bisa memotret pertunjukan di panggung dengan pencahayaan terbatas.

pinhole-jari2Kacamata darurat — tertinggal kacamata? Kamera difungsikan jadi kacamata dengan lensa di zoom! Nanti dulu. Tips ini mungkin bisa menolong membaca tulisan huruf ukuran kecil. Bentuklah ‘kacamata’ dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Coba intip dan baca. (Klik gambar.)

Selamat berlatih jari!
 
:D  (ternyata memotret ada ‘body language’ juga, di atas untuk tangan kidal…)
 

Posted in: Arsip, Uncategorized