Kompensasi EV Di Kamera

Posted on 02/12/2013

1


EV scaleSimbol di samping ada di semua kamera digital DSLR maupun saku, namanya skala exposure value disingkat EV. Setting EV = ‘0’ menunjukkan cahaya cukup menurut kamera. Hasil perhitungan jadi tidak akurat pada kondisi cahaya tertentu sehingga gambar yang diperoleh tampak terlalu gelap atau terlalu terang. Untuk itu eksposur (pencahayaan) perlu dikoreksi, istilahnya dikompensasi, dengan menambah atau mengurangi cahaya.

Istilah ‘stop’ selain dipakai pada apertur, rana, atau ISO untuk menambah cahaya, sekarang bertambah dengan EV. Skala 1 EV = 1 stop. Menambah cahaya +1 stop = +1 EV, +2 stop = +2 EV. Mengurangi cahaya -1 stop = -1 EV, -2 stop = -2 EV. Skala ini diperhalus lagi dalam 1/3 stop. Lihat gambar.

Contoh:
white-ev-contrast-newBaris atas warna gambar didominasi terang (latar belakang putih) yang dirata-rata dengan hitam jadi keabuan. Koreksi dengan kompensasi ‘+1 stop’ untuk kembali normal. Gambar baris bawah untuk warna gelap dan dikompensasi ‘-2 stop’ untuk kembali normal.

Lihat gambar ini:
Barbie-kompensasi-EVMerata, tidak ada gelap atau terang yang dominan. Ketiga gambar nyaris sama bagus. Yang normal? Kita mintakan bantuan histogram di kamera untuk memutuskan. Histogram adalah kurva warna gradasi dari hitam ke putih. Histogram gambar kanan lebih merata sehingga terpilih sebagai gambar normal.

Tidak setuju, lebih memilih gambar tengah karena profil wajah boneka Barbie lebih jelas. Boleh dan sah-sah saja, ini hanya soal selera.

Kesimpulan:

  1. Menambah atau mengurangi cahaya baru dilakukan untuk mengejar hasil normal apabila tingkat kontras gelap dan terang tinggi. Contoh, memotret gedung di mana sebagian terkena sinar matahari, memotret lanskap/pemandangan di mana cerah langit kontras dengan bumi, dll.
  2. Pada tingkat kontras rendah di mana warna sasaran dan sekitarnya merata, setting kamera EV = 0 betul dan tidak perlu dikompensasi lagi.
  3. Menambah atau mengurangi cahaya selain melalui mengubah apertur atau kecepatan rana, sekarang dapat dilaksanakan melalui mengubah EV. Jumlah cahaya masuk lebih terkendali karena skala EV (1 EV = 1 stop) diperhalus dalam “sepertiga”.

 
:D