Pencahayaan Keras (Hard Lighting)

Posted on 14/11/2016

0


Sudah terlalu lama blog ini tidur! Dalam masa tidur banyak sekali pengetahuan fotografi dan ketrampilan memotret yang didapat. Kamera yang dipakai juga sudah bukan jenis saku lagi tetapi kamera ‘mirrorless’ yang kini sedang ngetren. Kamera DSLR awal yaitu Canon EOS 20D jadi terlihat kuno (tetap oke untuk pemula, mau?) dan mulai memasuki masa ‘pensiun’. Satu kamera mirrorless adalah Lumix LX7 punya sendiri, satu lagi Sony NEX-5T punya orang. Malu dipinjami, tapi mau karena ingin tahu.

Biasa, sasaran jepret awal adalah cewek alias perempuan. Karena belum faham terpaksa rajin jalan-jalan ke forum seperti seminar atau ‘workshop’ fotografi. Ada yang berbayar ada yang gratis (jangan lewatkan). Kegiatan begini umumnya diselenggarakan produsen atau agen kamera, lensa, atau asesoris foto. Pasti ada kalau mau ‘gugling’. Untuk mempercepat pembelajaran, bergabunglah dengan komunitas fotografer atau jadi member klub fotografi setempat.

Minggu lalu kebetulan ada agen asesoris yang mau mempromosikan perangkat pencahayaan atau ‘lighting’ untuk studio fotografi. Kita boleh memotret. Ada model, perempuan. Model akan didandani pakaian seperti prajurit atau serdadu kuno. Lampu studio tersedia, cukup terang, sehingga tidak perlu tripod atau lampu kilat (flash). Bagaimana memotret serdadu cewek ini sebagus mungkin?

Background dipilih, lampu ditata, model diatur. Siap? Pret!

Hard lighting cocok untuk karakter model yang macho, jantan, maskulin, garang.
Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari sini?

Lampu pencahayaannya ‘keras’ (kuat, hard lighting). Inilah trik memunculkan karakter ‘garang’ (maskulin, macho) prajurit. Lampu adalah tipe sorot yang diarahkan langsung ke model. Wajah ikutan ‘keras’; semua cacat kulit seperti bekas luka dan tato terlihat nyata. Imbangi ini dengan ekspresi sangar atau angker, lalu jepret. Jadi foto kita. Wow, keren.

Gampang, ya. Karakternya sangat berlawanan dengan model cantik lemah gemulai. Tipe lampu harus yang ‘lunak’ (kapan-kapan kita bahas ini). Bagaimana dengan lensa? Untuk memotret model, lensa ideal adalah yang memiliki jarak fokus 80-135 mm. Lensa lebar atau ‘wide’ tidak cocok, lensa tele zoom juga tidak kecuali bisa diset di panjang fokus tadi. Lensa populer 70-200 mm bisa dipakai. Apa yang terjadi kalau diset pada panjang fokus 200 mm, bukannya jadi lebih dekat? Iya lebih dekat, tetapi tidak cocok. Kita bedah juga kapan-kapan.

Jadi pencahayaan keras adalah batas antara terang dengan gelap sangat nyata. Cahaya matahari siang, lampu kilat, lampu sorot panggung, lampu senter, masuk dalam tipe pencahayaan keras.