Flash Sebagai Sumber Cahaya

Posted on 19/11/2016

0


Ujicoba flash Yungnuo, pencahayaan dari atas,Untuk membantu memotret ada baiknya kita memiliki lampu ‘flash’ (lampu kilat, ‘blitz’, ‘strobo’) sebagai sumber cahaya tambahan. Lho bukankah di kamera sudah ada? Betul. Satu alasan memiliki flash adalah kemudahannya mengatur pencahayaan ke obyek yang dipotret sesuai kehendak kita. Gambar di samping tidak mungkin diperoleh dengan flash kamera. Lampu flash tidak bisa dilepas dan dipindah-pindah letaknya.

Flash YN460-II tampak depan dan belakang.Ada banyak tipe flash; salahsatu flash sederhana dan ekonomis adalah Yungnuo YN460-II. Flash ini bisa dioperasikan di kamera atau di luar kamera.

Di belakang flash ada indikator mode operasi, ‘M’, ‘S1’, ‘S2’. Pemilihan operasi dilakukan melalui tombol ‘Mode’. Seting ‘M’ dipakai menyalakan flash yang dipasang di kamera; ‘S1’ dan ‘S2’ untuk menyalakan flash di luar kamera, yang dipicu oleh kilatan cahaya dari sumber lain.

Di bawahnya ada deretan indikator penunjuk daya atau kuat cahaya. Kuat cahaya diatur tombol ‘Power’. Menyala semua berarti kuat cahaya penuh (paling terang). Ke kiri kuat cahaya berkurang 1/2, 1/4, 1/8 … 1/64. Gambar memperlihatkan seting 1/32 untuk memotret burung di atas.

Kemudahan lain flash adalah rumah atau kepala lampu, yang bisa diset mengangguk dan menggeleng (berputar) untuk mengatur arah pancaran cahaya. Selain itu rumah atau kepala lampu juga dilengkapi tabir plastik pembaur (‘diffuser’) untuk membaurkan cahaya agar lebih merata ke semua arah.

Dengan memiliki flash sebagai sumber cahaya, kita coba manfaatkan untuk menghasilkan karya foto yang unik, dan indah tentu saja.

😀